by

Hancurkan Belgia 2-1, Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tebar Psywar!

-Olahraga-123 Views
banner 468x60

LOS ANGELES – Tim Nasional Spanyol sukses memastikan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat setelah skuad La Roja menyudahi perlawanan sengit Belgia dengan skor tipis 2-1 pada laga babak perempat final yang digelar di Los Angeles Stadium (SoFi Stadium), Inglewood, California, Amerika Serikat, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.

Di babak empat besar nanti, Spanyol bakal menantang raksasa Eropa lainnya, Prancis, yang sudah lebih dulu mengamankan tiket semifinal usai menumbangkan tim kejutan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0.

banner 336x280

Misi Mengulang Kejayaan 2010 vs Ambisi Hattrick Final Prancis

Laga bertajuk big match di semifinal ini mengusung misi besar bagi kedua kesebelasan. Bagi Spanyol, ini merupakan kesempatan emas kedua bagi mereka untuk tampil di babak empat besar Piala Dunia, sejak terakhir kali mereka menembus fase ini dan keluar sebagai juara pada edisi historis 2010 di Afrika Selatan.

Di kubu seberang, Timnas Prancis datang dengan ambisi yang tidak kalah mengerikan. Skuad Les Bleus tengah memburu catatan hattrick lolos ke final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi juara pada edisi 2018 di Rusia dan finis sebagai runner-up pada edisi 2022 di Qatar.

Pertandingan ini juga akan menjadi panggung trilogi panas karena menjadi pertemuan ketiga bagi kedua tim dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Spanyol superior dengan menyapu bersih dua kemenangan krusial pada duel sebelumnya, yakni di semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025.

Lamine Yamal: “Jika Prancis Harus Takut, Itu Adalah Kami!”

Catatan dominan atas Prancis tersebut membuat mental para penggawa muda Spanyol berada di atas angin. Winger muda andalan La Roja, Lamine Yamal, secara terbuka menebar psywar panas dengan menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak memiliki rasa takut menghadapi armada Didier Deschamps. Menurutnya, justru Spanyol-lah yang menjadi momok menakutkan bagi lawan.

“Jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu adalah kami. Kami pernah menyingkirkan mereka sebelumnya. Kami telah mengalahkan mereka dua kali. Sejujurnya, saya pikir kami adalah dua tim terbaik di Piala Dunia, jadi kita lihat saja apa yang terjadi, tetapi kami tidak takut,” cetus pemain yang kini genap berusia 18 tahun itu kepada ESPN.

Yamal juga merespons kritik miring publik yang menilai gaya main Spanyol belakangan kurang memuaskan. Ia berdalih, penurunan estetika permainan itu terjadi karena setiap tim lawan selalu memilih bermain bertahan dan “memarkir bus” di hadapan Spanyol.

“Mungkin kelihatannya kami tidak bermain bagus, tetapi setiap tim yang kami hadapi selalu bermain bertahan. Tidak ada yang mampu menandingi kami secara langsung, tetapi pada akhirnya kami kembali meraih kemenangan hari ini. Itulah hal yang paling penting. Kami sangat senang bisa lolos ke semifinal. Kami sudah berada di sini cukup lama dan kami ingin bertahan hingga final,” tambah bintang muda Barcelona tersebut.

Luis De La Fuente: Ekspektasi Tinggi, Kami Mampu!

Optimisme senada juga ditiupkan oleh sang juru taktik Spanyol, Luis De La Fuente. Sang entrenador mengakui bahwa Prancis merupakan lawan dengan kedalaman skuad yang sangat mewah dan kuat, namun ia percaya anak asuhnya memiliki formula dan kualitas untuk kembali menjinakkan tim ayam jantan.

“Ekspektasi sangat, sangat tinggi untuk pertandingan selanjutnya. Kami berkonsentrasi penuh pada laga nanti dan sangat menyadari potensi besar yang dimiliki lawan kami. Tetapi kami juga sangat yakin bahwa kami memiliki kemampuan untuk kembali mengalahkan Prancis,” tegas De la Fuente penuh percaya diri.

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *